Cek Skor Kesehatan
Keuangan Kamu
8 pertanyaan, hasil instan. Skor 0-100 plus breakdown per kategori (cashflow, hutang, tabungan, proteksi) — biar tau mulai improve dari mana.
Berapa total pemasukan bersih kamu per bulan?
Gabungin gaji + freelance + side income
Apa itu skor kesehatan keuangan?
Skor kesehatan keuangan adalah angka 0-100 yang ngerangkum kondisi finansial pribadi kamu dari empat dimensi utama: cashflow (income vs pengeluaran), hutang (rasio cicilan ke pendapatan, atau DTI), tabungan (savings rate dan dana darurat), serta proteksi (asuransi dan investasi rutin). Semakin tinggi skor, semakin solid pondasi keuangan kamu untuk menghadapi keadaan tak terduga dan mencapai goal jangka panjang.
Cara baca skor kamu
- 85+ (Grade A — Excellent): Pondasi keuangan kuat. Fokus ke optimasi (investasi, tax planning).
- 70-84 (Grade B — Sehat): Kondisi solid, tinggal tutup 1-2 area lemah.
- 55-69 (Grade C — Cukup): Lumayan tapi belum aman. Mulai prioritas dari kategori paling lemah.
- 40-54 (Grade D — Perlu Kerja Keras): Beberapa lubang besar. Bagusnya, gampang naik kalau konsisten.
- <40 (Grade F — Zona Boncos): Banyak alarm nyala. Mulai dari yang paling kritis: cashflow & hutang konsumtif.
Empat kategori yang dihitung
💸 Cashflow
Income vs pengeluaran wajib bulanan. Idealnya kebutuhan wajib di bawah 50% income, biar masih ada ruang buat keinginan dan tabungan (aturan 50/30/20).
⚖️ Hutang
Total cicilan bulanan dibagi income bersih = DTI. Sehat di bawah 30%, warning di 30-40%, berisiko di atas 40%. Hutang konsumtif (paylater, kartu kredit) bunga 24-36%/tahun — prioritas lunasin.
🏦 Tabungan
Savings rate (% income disisihkan) plus dana darurat dalam bulan pengeluaran. Karyawan minimal 3 bulan, freelancer 6-12 bulan.
🛡️ Proteksi
Asuransi (BPJS + kesehatan swasta minimum) dan investasi rutin (compound interest cuma kerja kalau lo konsisten).
Pertanyaan yang sering ditanya
DTI yang sehat berapa persen?
Di bawah 30%. Artinya total cicilan bulanan (KPR, KKB, KTA, paylater) tidak lebih dari 30% income bersih. DTI 30-40% masuk zona warning, di atas 40% sudah berisiko.
Berapa bulan dana darurat yang ideal?
Karyawan tetap minimal 3-6 bulan pengeluaran. Freelancer atau income tidak tetap idealnya 6-12 bulan. Simpan di reksadana pasar uang atau deposito — likuid tapi gak tergerus inflasi.
Aturan 50/30/20 itu apa?
Framework alokasi income: 50% kebutuhan wajib, 30% keinginan/lifestyle, 20% tabungan & investasi. Anchor sederhana — kalau kebutuhan wajib udah di atas 50%, ada yang harus di-evaluate.
Apa hasil kalkulator ini akurat?
Asesmen umum berdasar best practice. Untuk kondisi finansial kompleks (multi-income, aset besar), konsultasi financial planner bersertifikat (CFP).
Apa perlu daftar?
Gak perlu. Tapi kalau mau track skor tiap bulan otomatis, daftar gratis di sisaberapa — transaksi yang dicatat akan di-recalculate jadi skor real-time.
Mau skor ini di-update otomatis tiap bulan?
Mulai gratis di sisaberapa →